Dari Petani Otot Jadi Petani Otak : Wabup Ignas Lepas 90 Petani Flores Timur Belajar GAP ke TTS

  • Jun 08, 2026
  • Fransiskus Kopong Doken
  • Berita Daerah

Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran,S.Fil secara resmi melepas 90 petani peserta Program Membangun Ekosistem Produksi Hortikultura Lokal Berbasis Good Agriculture Practice (GAP) yang akan mengikuti kegiatan belajar lapangan dan studi banding di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan pelepasan berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Flores Timur, Senin (8/6/2026).

Foto: Prokompim Flores Timur

Petani Otot Berubah Menjadi Petani Otak

Dalam sambutannya, Wabup Ignas menekankan perlunya transformasi pola pikir petani. "Dulu kita petani otot. Dengan belajar ke Soe semoga kita bisa menjadi petani otak," tegasnya, menyedot perhatian peserta.

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi sangat penting dalam pembangunan daerah karena sekitar 80 persen masyarakat Flores Timur menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut.

Namun, sebagian besar petani masih menjalankan usaha pertanian secara tradisional yang diwariskan turun-temurun, sementara tantangan pertanian modern menuntut peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi.

90 Petani dari Berbagai Kelompok

Sebanyak 90 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari petani perintis dan pengurus kelompok tani dari berbagai wilayah di Flores Timur:

Kelompok Wanita Tani (KWT) berjumlah 5 orang, Petani milenial sebanyak 19 orang, Petani Otan sebanyak 39 orang, Petani dari kawasan erupsi Gunung Lewotobi sebanyak 17 orang, Petani dari yayasan Caritas sebanyak 10 orang. 

Peserta merupakan petani perintis dan pengurus kelompok tani dari berbagai wilayah Flores Timur. 

Dari Petani Otot Menjadi Petani Otak

Wabup Ignas menekankan bahwa sekitar 80 persen masyarakat Flores Timur menggantungkan hidup pada sektor pertanian, namun masih banyak yang bertani secara tradisional.

Ia berharap melalui studi banding ini, petani berubah dari "petani otot" menjadi "petani otak" lebih mandiri dan berpengetahuan.

Dengan belajar ke Soe semoga kita bisa menjadi petani otak," tutup Wabup Ignas.

Materi Pembelajaran

Peserta akan mempelajari, Penerapan Good Agriculture Practice, Praktik pertanian pascapanen lokal yang berhasil, Membangun jejaring antarpetani. 

TTS Dipilih Karena Karakteristik Lahan Serupa

TTS dipilih karena memiliki karakteristik lahan dan kondisi pertanian yang relatif serupa dengan Flores Timur, namun telah berhasil menerapkan praktik pertanian yang baik.

Kolaborasi Mitra Alternative Financing

Program ini didukung oleh Kementerian PPN/Bappenas, BPR Larantuka, Yayasan Plan International Indonesia, Pemkab Timor Tengah Selatan, Yayasan Caritas Keuskupan Larantuka, Yayasan Gema Sejahtera Indonesia (GIS), Yayasan Krisna Galensya. 

Visi Flores Timur Produktif dan Inovatif

Melalui program ini, Pemkab Flores Timur berharap semakin banyak petani dengan pengetahuan dan keterampilan modern, mendukung visi Flores Timur Produktif dan Inovatif, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Turut Hadir dalam acara pelepasan ini, Sekretaris Daerah, Petrus Pedo Maran, Staf Ahli Kemasyarakatan & SDM, Sri Ardi Rahayu, Staf Ahli Pemerintahan, Hukum & Politik, Fredy Moat Aeng, Kepala Bagian Pemerintahan, Ambrosius Hurit Kerans, Para Penyuluh Pertanian Flores Timur.