PEMDES ADOBALA DAN BPD GELAR REMBUK STUNTING TAHUN 2025
- May 07, 2025
- Fransiskus K. Doken
- Berita Desa, Kesehatan
Pemerintah Desa Adobala dan BPD menggelar musdes Rembuk Stunting tingkat desa, Rabu (07/05/2025) yang bertempat di Aula Kantor Kepala Desa Adobala, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur.
Rembuk Stunting merupakan salah satu kegiatan untuk merumuskan tindak lanjut kegiatan percepatan penurunan stunting. Perumusan tersebut tersampaikan secara baik, maka perlu dilakukan pertemuan tingkat desa sebagai ujung tombak pencegahan dan penurunan stunting.
Adapun peserta Rembuk Stunting, yaitu Penjabat Kepala Desa Adobala Hironimus Hawan Teka, Ketua BPD Marianus Kia Geroda, Tim Kecamatan Kelubagolit Laurensius Baro Miten, Anggota BPD, Perangkat Desa, Tenaga Kesehatan Puskesmas Lambunga, Tenaga Kesehatan dan Kader Kesehatan Desa, Kader Pembangunan Manusia, PPKBD dan Sub PPKBD, Tenaga Pendidik TKK Langobelen, RT, Sasaran Beresiko Stunting, dan unsur masyarakat lainnya.
Dalam Sambutannya Penjabat Kepala Desa Adobala Hironimus Hawan Teka menyampaikan bahwa Pemdes akan terus mendukung program -program percepatan penurunan stunting dan kita tidak boleh lelah dalam menanganinya. Penjabat Kades Hironimus juga mengajak semua yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting di desa agar saling kerjasama dan kolaborasi untuk mengatasi persoalan stunting tersebut.
"Kita jangan bosan-bosan berdiskusi membahas urusan stunting ini, karena demi masa depan generasi desa Adobala yang sehat dan cerdas,"ungkapnya.
Hironimus menambahkan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk memprioritaskan kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stunting.
Sementara Ketua BPD Marianus Kia Geroda selaku pemandu diskusi Rembuk Stunting menyampikan bahwa Rembuk Stunting yang merupakan rutinitas tahunan ini biasanya digelar sebelum penyusunan program kegiatan RKPDes tahun berikutnya. Sehingga memberikan kesempatan untuk diskusi dan membahas langkah kongrit penanganan strunting ini yang akan di intervensi melalui program kegiatan RKPDes tahun berikutnya. Ketua BPD pada kesempatan itu, menyampaikan apresiasi kepada Pemdes yang telah memfasilitasi Musdes Rembuk Stunting tahun 2025 ini.
"Kerja kita untuk menangani stunting ini adalah kerja kolaboratif semua stakeholder yang berurusan dengan persoalan stunting ini, sehingga menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berguna bagi desa dan lewotana kita kedepannya " ungkap Ketua BPD Marianus.
Selain itu, Marianus menyampaikan terimakasih atas kehadiran semua unsur masyarakat untuk mengikuti Rembuk Stunting dan membahas permasalahan bidang kesehatan masyarakat yang akan dijadikan program prioritas dalam proses penyusunan RKPDes 2026 serta terus mengawal hingga pelaksanaan program
Hal senada, juga disampaikan Tim Kecamatan Kelubagolit Laurensius Baro Mitan, bahwa persoalan strunting ini menjadi tangungjawab semua elemen masyarakat. Bukan hanya urusan Kader Kesehatan saja, tetapi kita semua berjalan bersama-sama memberikan eduksi dan informasi terkait persoalan stunting ini.
Laurensius berharap, pemerintah harus bisa memastikan kerja kolaborasi untuk menuju generasi Adobala yang bebas stunting dengan intervensi program kesehatan masyarakat.
"Kita semua yang hadir mengikuti kegiatan Rembuk Stunting ini, bisa menjadi informan yang baik kepada tetangga kita terkait upanya mengatasi persoalan stunting ini, sehingga dari waktu ke waktu angka stunting bisa menurun dan bahkan bebas stunting di akhir tahun 2025 ini, " harap Laurensius Baro.
Kegiatan Rembuk Stunting ini , juga dilaporkan data terbaru bulan April 2025 oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) . Adapun data laporan pemantauan oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM), jumlah keluarga yang beresiko Stunting untuk bulan April 2025, mencakup Bumil 3, Balita 24, Keluarga Rentan 16, Memiliki KK 18,Memiliki Jamban 20, Peserta Jamsos 3, Memiliki Sanitasi Layak 14 , Pendampingan oleh TPK 8, Peserta Kegiatan Ketahanan Pangan 19. Dari data tersebut menjadi bahan diskusi untuk membahas langkah-langkah kongkrit menjadi program prioritas penanganan persoalan stunting
Adapun hasil diskusi yang akan menjadi program prioritas, menacakup Pemberian asupan gisi lanjutan PMT, Edukasi Pemanfaatan Jamban sehat dan bersih , Edukasi kebersihan lingkungan dan pembuatan sampah rumah, Bina Keluarga Remaja dengan menghadirkan orang tua, Jalin kemitraan dengan Dukcapil untuk pendekatan pelayanan adminstrasi kependudukan, dan Pembuatan Jamban bagi sasaran beresiko stunting