FEAST JAWABIN ISU KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN FLORES TIMUR
- Sep 26, 2025
- Fransiskus K. Doken
- Berita Daerah
Flores Timur - Ketahanan pangan menjadi isu strategis di Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Flores, akibat dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Menyikapi kondisi ini, sejumlah NGO konsorsium menggagas Rapat Koordinasi Implementasi Program Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation (FEAST).
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di aula Bapperida Flores Timur pada Kamis (25/09/2025) dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah. Program FEAST yang dimulai sejak Januari 2025 akan diterapkan di sepuluh desa Kecamatan Wulanggitang dan Ilebura.
Kepala Bapperida Flores Timur, Apolonia Corebima, SE., M.Si mewakili Bupati Doni Dihen secara resmi membuka kegiatan koordinasi ini. “Kami mengapresiasi pihak konsorsium dan NGO yang berkomitmen menjadikan Flores Timur sebagai lokasi implementasi FEAST,” ujarnya.
Bupati Dihen menilai FEAST sejalan dengan visi-misi pembangunan Flores Timur periode 2025–2029 yang mengedepankan pertanian terkonsentrasi. Ia menegaskan program ini dapat memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas padi, jagung, dan hortikultura.
Menurut Dihen, berbagai program pemerintah daerah seperti optimalisasi lahan kering, pembangunan sumur bor, dan bantuan saprodi harus bersinergi dengan FEAST. “Sinergi program akan menciptakan arah pembangunan pertanian yang padu antara pemerintah dan NGO,” katanya.
Ia juga menekankan forum ini tidak sekadar formalitas, melainkan harus melahirkan kesepakatan teknis yang dapat ditindaklanjuti bersama. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Sebast Sina Kleden, para camat, kepala desa, NGO, serta fasilitator lokal dalam kegiatan tersebut.