Kelompok Hode Horek Giat Merawat Gemohing Untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa
- May 06, 2026
- Fransiskus Kopong Doken
- Berita Desa, Ekonomi
Gotong royong pemuda desa memproses kelapa menjadi kopra merupakan praktik umum di pedesaan Indonesia Timur, termasuk NTT, untuk mendukung ekonomi lokal.
Gemohing Belah Kelapa adalah salah satu bentuk kearifan lokal dalam tradisi gotong royong (Gemohing) masyarakat Lamaholot, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini merujuk pada kegiatan kelompok muda desa, untuk mengerjakan pekerjaan membelah kelapa (tapo) secara bersama-sama di kebun satu ke kebun lainnya.

Kelompok Gemohing Hode Horek di Desa Adobala Melakukan Aktvitas Membelah dan Mencungkil Daging Kelapa Milik Ama Ola Dasi di Kompleks Perkebunan Menula, Selasa (05/05/2026).
Kelompok Gemohing Hode Horek di Desa Adobala memang menunjukkan semangat gotong royong yang kuat dalam memproses kelapa menjadi kopra, selaras dengan tradisi Lamaholot di Flores Timur.
Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Penjabat Kepala Desa Adobala sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi warga.
Penjabat Kades Laurensius memuji dedikasi mereka saat rapat persiapan kegiatan desa April 2026.
Kelompok pemuda Hode Horek rutin memetik, membelah, dan mencungkil kelapa milik warga untuk menghasilkan kopra, yang dijual guna mengumpulkan dana untuk pemberdayaan kelompok.
Kelompok ini biasanya memanen kelapa milik warga, membelahnya dengan parang, lalu mencungkil dagingnya untuk dijual atau diolah lebih lanjut. Kegiatan ini mendukung swadaya masyarakat desa dan menciptakan pendapatan tambahan.
Kegiatan ini dilakukan secara kolektif, mencerminkan nilai gemohing yang mempererat solidaritas kelompok.

Jasa mereka telah banyak dimanfaatkan warga untuk mengelola kopra melalui gotong royong modern yang menghasilkan pendapatan. Mereka juga membuka kesempatan untuk warga lainnya untuk memanfaatkan jasa mereka.
Di wilayah NTT seperti Adobala di pulau Adonara, kopra jadi komoditas utama yang tingkatkan pendapatan.