UNIPA Maumere dan Pemkab Flores Timur Kolaborasi Sukseskan Program Future School Lewat KKN
- Jul 09, 2026
- Fransiskus Kopong Doken
- Berita Daerah, Pendidikan
Larantuka – Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga (PKO) menggandeng Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere dalam mengimplementasikan program unggulan daerah bertajuk Future School. Kolaborasi ini ditandai dengan penerjunan 32 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNIPA ke 10 sekolah sasaran di wilayah Flores Timur.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PKO Kabupaten Flores Timur, Feliks Suban Hoda,S.S., M.Ed bersama Rektor UNIPA Dr. Jonas K. G. D. Gobang, S.Fil, M.A., melalui unggahan video wawancara TribunFlores.com di sela kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Kepala Sekolah di Hotel Gelekat Nara, Larantuka, Kamis, 9 Juli 2026.
Fokus pada Bahasa Asing dan Digitalisasi
Kadis PKO Kabupaten Flores Timur, Felix Suban Hoda, S.S., M.Ed menjelaskan bahwa Future School merupakan Big Push program Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang diluncurkan pada tahun 2025 dan mulai dilaksanakan pada tahun 2026.
“Program ini mengedepankan dua hal utama, pembelajaran berbahasa asing dan digitalisasi. Tujuannya adalah menciptakan relevansi pembelajaran masa depan, sehingga siswa kita pada saatnya nanti memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik dan siap menyatu dengan dunia global,” ujar Feliks.
Ia menambahkan, pada tahap awal, program menyasar 10 sekolah yang terdiri dari 4 SMP dan 6 SD. Tim Future School Kabupaten telah mendesain kurikulum dan modul khusus untuk pelatihan guru serta siswa di sekolah sasaran.
32 Mahasiswa UNIPA Terlibat Langsung di Sekolah
Untuk memperkuat implementasi program, Dinas PKO Flores Timur menggandeng UNIPA Maumere sebagai mitra perguruan tinggi. Rektor UNIPA, Dr. Jonas K. G. Gobang, menyambut positif kerja sama ini dan langsung menerjunkan 32 mahasiswa KKN dari berbagai program studi.
“Mahasiswa yang kami terjunkan berasal dari Prodi Bahasa Inggris, Informatika, Ilmu Komunikasi, Psikologi, dan PGSD. Mereka akan berkolaborasi dengan guru dan siswa di 10 sekolah untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris, pemanfaatan teknologi informasi atau digitalisasi, serta kemampuan komunikasi, termasuk HOTS dan 4C: critical, creative, communicative, collaborative,” jelas Dr. Jonas.
Dr. Jonas menegaskan bahwa program Future School sangat relevan dengan visi UNIPA dan program Kampus Berdampak. “Ini momentum strategis. Mahasiswa kami mendapat pengalaman untuk mematangkan kompetensi sebelum lulus, sekaligus UNIPA dapat berkontribusi nyata di tingkat nasional hingga internasional melalui pengembangan bahasa internasional,” tambahnya.
Pembelajaran yang Ditekankan: "Berbahasa", Bukan "Tentang Bahasa"
Feliks Suban Hoda menekankan bahwa pendekatan pembelajaran bahasa Inggris dalam program ini berbeda. “Kita tidak belajar tentang bahasa, tetapi kita belajar berbahasa. Digitalisasi juga menjadi pembuka untuk pembelajaran masa kini,” tegasnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada UNIPA Maumere, jajaran rektorat, serta Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa atas respons dan dukungan yang sangat cepat. “Kolaborasi ini kami harapkan dapat berkelanjutan karena sangat relevan dengan program studi yang ada di UNIPA,” tutup Feliks.