Kemkomdigi Dorong Generasi Tunas Indonesia Cakap Digital yang Aman dan Bertanggung Jawab

  • Jul 22, 2026
  • Fransiskus Kopong Doken
  • Berita Nasional , Siaran Pers Kemkomdigi

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan pentingnya membangun generasi digital yang mampu beraktivitas secara aman, produktif, dan bertanggung jawab di ruang digital.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komunikasi dan Digital, Boni Pudjianto, dalam peringatan Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 bertema Tunas Indonesia Cakap Digital di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa (21/07/2026).

Menurut Boni, pengembangan generasi digital tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyiapkan anak Indonesia menghadapi masa depan digital.

"Hari ini adik-adik mengikuti kegiatan peringatan bersama Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026. Kehadiran seluruh peserta menjadi bukti bahwa membangun generasi digital Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama. Amanah ini juga kami titipkan kepada para kepala sekolah dan guru di seluruh Indonesia," ujar Boni.

Ia menekankan penguatan literasi digital harus dilakukan secara berkelanjutan. Anak-anak perlu dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus memahami berbagai risiko di ruang digital.

Sebagaimana arahan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, membangun ruang digital yang ramah anak tidak cukup hanya dengan membatasi usia akses. Anak juga harus memiliki kecakapan untuk mengenali risiko, menjaga data pribadi, menggunakan teknologi secara beretika, serta mampu menyeimbangkan aktivitas digital dengan kehidupan sosial sehari-hari.

"Ruang digital bukan ruang yang hampa. Banyak sisi positif, tetapi juga ada sisi negatif. Karena itu, mari kita dampingi anak-anak agar mampu menelusuri dan memanfaatkan dunia digital secara baik dan benar," tuturnya.

Boni juga menyoroti peran keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk karakter anak dalam menggunakan teknologi. Orang tua, kata dia, perlu selalu menjaga dan mendampingi anak di ruang digital.

"Faktor keluarga sangat menentukan tumbuh kembang anak. Kita mengharapkan ruang digital ke depan semakin aman, inklusif, produktif, dan memberdayakan seluruh anak Indonesia," ungkapnya.

Untuk itu, BPSDM Komdigi terus memperluas program literasi digital melalui Pandu Literasi Digital yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan sekolah. Pendekatan kolaboratif diyakini menjadi kunci membangun ekosistem digital nasional yang sehat dan berkelanjutan.

"Kami meyakini ekosistem digital harus dibangun bersama-sama. Hanya melalui kolaborasi pemerintah, industri, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan kita dapat memajukan pendidikan Indonesia sekaligus melahirkan generasi digital yang unggul," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Boni menyampaikan apresiasi kepada mitra pendukung, antara lain International Telecommunication Union (ITU), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta perusahaan dan organisasi seperti Google, Meta, Canva, TikTok, Blibli, Betadine, Nutrifood, dan Indonesia Child Online Protection (IDCOP).

Acara yang diikuti 300 siswa dari berbagai SD dan SMP di Jakarta ini diawali dengan talkshow bertema Tunas Indonesia Cakap Digital yang menghadirkan narasumber dari Kemkomdigi, Blibli, Google, dan Meta. Selanjutnya, peserta mengikuti workshop pemanfaatan Artificial Intelligence bagi siswi SMP yang dipandu Google, kelas literasi digital bagi siswa SD, serta workshop Digital Parenting bagi para guru yang difasilitasi Meta dan TikTok.

Pada kesempatan itu, para siswa dan guru juga mengucapkan Deklarasi Bersama Komitmen Implementasi PP TUNAS yang disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

BPSDM Komdigi menegaskan akan terus memperkuat program literasi digital yang melibatkan anak, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat. Pelindungan anak di ruang digital harus dibangun melalui dua pendekatan yang berjalan bersamaan, yaitu pembenahan tanggung jawab platform serta peningkatan kapasitas manusia.