Nuansa Toleransi Perayaan Minggu Palma di Paroki Lambunga
- Mar 29, 2026
- Fransiskus Kopong Doken
- Religi
Minggu Palma,29 Maret 2026 di Paroki St. Werenfried Lambunga terlihat nuansa toleransi beragama yang cukup kental, meskipun acara liturginya sendiri adalah perayaan khusus umat Katolik.
Minggu Palma adalah perayaan umat Katolik untuk mengenang masuknya Yesus ke Yerusalem sebelum pekan suci. Perayaan ini umumnya diadakan di Gereja atau area terbuka di sekitar Gereja, di mana umat membawa daun palem untuk diberkati.
Nuansa berbeda terlihat di Paroki St.Werenfried Lambunga Keuskupan Larantuka.

Sebelum perarakan menuju gereja Paroki, dilangsungkan upacara pemberkatan dan pembagian daun palma di halaman Masjid Raya Amir Hamzah Lambunga.
Wilayah Lambunga atau sering disebut Lewolema secara umum dikenal sebagai area yang kuat dalam semangat kebhinekaan, sehingga nuansa perayaan Minggu Palma sering dibaca tidak hanya sebagai ritus internal gereja, tetapi juga sebagai momen kebersamaan yang menghargai keberagaman, terutama dalam konteks lingkungan yang Muslim dan Katolik berdampingan.
Secara administrasi lokal yang bernilai sejarah, Wilayah Lambunga atau Lewolema, meliput desa atau stasi Lambunga, Mangaaleng, Pepakgeka, Keluwain, dan Adobala.
Toleransi Saat Kunjungan Bapak Uskup Larantuka Beberapa Waktu Lalu di Paroki Lambunga
Di beberapa kunjungan dan perayaan keuskupan di Paroki Lambunga Dekenat Adonara, justru ditampilkan kebersamaan lintas iman, misalnya saat Uskup Larantuka diterima dengan hangat dan dihormati oleh umat beragama lain, termasuk seorang ibu berjilbab yang mengalungkan selendang sebagai tanda hormat.
Minggu Palma sendiri adalah perayaan liturgi tentang iman Kristiani, tetapi di Lambunga, makna “perjalanan bersama” dan “prosesi damai” sering tersambung dengan simbol persaudaraan umat beragama, bukan hanya dalam tema liturgi, tetapi juga dalam suasana kebersamaan di lingkungan sekitar paroki.
Hal ini menandakan desa Lambunga dan Wilayah Lewolema pada umumnya merupakan rumah bagi keberagaman yang rukun, dimana nilai adat, iman dan persatuan berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat.
Selain itu, Minggu Palma sebagai momen untuk merenungkan makna kemenangan melalui pengorbanan, yang sejalan dengan semangat merawat toleransi di Indonesia.

Pastor Paroki Lambunga, RD Wilhelmus Atawolo memimpin misa Minggu Palma dengan memberkati daun palma dan memimpin perarakan masuk, mengenang Yesus masuk Yerusalem yang dimulai dari halaman Masjid Raya Lambunga menuju Gereja Paroki.
Perayaan ini menandai awal Pekan Suci dengan warna liturgi merah, melambangkan kesengsaraan, wafat, dan kemenangan Kristus. Umat membawa pulang daun palma yang diberkati usai perayaan Minggu Palma di Gereja Paroki Lambunga.