PESONA PRODUK TENUN IKAT DESA ADOBALA FLORES TIMUR NTT

  • Nov 11, 2025
  • Fransiskus Kopong Doken
  • Berita Desa, Budaya, UMKM

Desa Adobala, sebuah desa di wilayah Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur, juga dikenal menghasilkan kain tenun ikat tradisional yang disebut kewatek.

Kewatek adalah kain tenun ikat khas Adonara yang dibuat secara tradisional oleh para perempuan setempat dengan alat tenun sederhana dari kayu dan bambu.

Kain ini tidak hanya menjadi produk ekonomi penting bagi masyarakat desa tetapi juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat.

Proses pembuatan kewatek di Adobala biasanya memakan waktu 1-2 minggu untuk setiap helai kain, dengan motif yang mencerminkan filosofi hidup masyarakat Lamaholot, termasuk hubungan mereka dengan alam dan leluhur.

Kain ini digunakan dalam berbagai upacara adat dan sebagai pakaian sehari-hari yang menandakan identitas sosial serta status pemakainya.

Produksi kewatek merupakan sumber pendapatan utama bagi banyak perempuan di desa tersebut, yang juga berperan sebagai pelestari warisan budaya turun-temurun.

Kewatek dari Ina Adobala, seperti di tempat lain di Adonara, terus dipasarkan baik secara lokal maupun lebih luas melalui kelompok penenun dan usaha mikro untuk mendukung kesejahteraan komunitas penenun sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi tenun ikat yang penuh makna ini.

Para perempuan Lamaholot yang menenun kewatek biasanya menjadikan aktivitas ini sebagai sumber penghidupan, terutama mereka yang merupakan kepala keluarga.

Produksi dan penjualan kewatek membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, dan adat. Kewatek juga punya fungsi penting dalam upacara adat dan pemakaian sehari-hari sebagai identitas sosial dan simbol status.

Selain produksi kain itu sendiri, kewatek sebagai hasil tenunan juga memiliki variasi motif dan ciri khas yang membedakan dari daerah lain.

Proses pembuatan sangat dijaga agar tetap tradisional tanpa menggunakan mesin, sehingga melestarikan nilai budaya dan teknik warisan leluhur masyarakat Lamaholot .