SEMANA SANTA DAN SOLE OHA DITETAPKAN JADI WARISAN BUDAYA TAK BENDA INDONESIA
- Oct 12, 2025
- Fransiskus K. Doken
- Berita Nasional , Berita Daerah, Budaya, Religi
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menetapkan dua tradisi sakral yang telah berakar kuat di tanah Lamaholot, yaitu Semana Santa dan Sole Oha menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Penetapan ini melalui Sidang Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 10 Oktober 2025 di Jakarta oleh Kementerian Kebudayaan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Direktorat Warisan Budaya.
Kabar gembira ini disambut hangat oleh masyarakat Flores Timur, karena bagi mereka, kedua tradisi tersebut bukan sekadar ritual, melainkan napas kehidupan yang telah diwariskan lintas generasi.
Semana Santa adalah tradisi rohani perayaan Pekan Suci Paskah yang berlangsung selama tujuh hari berturut-turut di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Tradisi ini memiliki pengaruh kuat dari Portugis dan telah berlangsung lebih dari 500 tahun.
Semana Santa di Larantuka menjadi ikon wisata rohani yang sangat penting serta telah diakui sebagai warisan budaya tak benda karena nilai sejarah dan sosialnya yang mendalam bagi komunitas setempat.
Sole Oha merupakan tarian tradisional kerakyatan yang melambangkan persatuan dan kerukunan masyarakat Lamaholot.
Dalam tarian ini, para peserta berpegangan tangan membentuk lingkaran yang melambangkan kebersamaan dan kekeluargaan, saling membantu dalam suka dan duka serta mengucapkan syukur kepada Tuhan atas perlindungan dan berkah-Nya.
Dengan resmi ditetapkannya Semana Santa dan Sole Oha sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Flores Timur kembali meneguhkan dirinya sebagai daerah yang kaya akan nilai spiritual dan budaya. Tradisi yang lahir dari tanah, laut, dan doa ini kini menjadi warisan bersama untuk dijaga, dirayakan, dan diwariskan.
https://pariwisata.florestimurkab.go.id/index.php/2025/10/12/semana-santa-dan-sole-oha-warisan-budaya-tak-benda-dari-bumi-flores-timur/