Tarian Sole Oha Sempurnakan Acara Perpisahan Umat Stasi Adobala dengan Pastor Paroki Lambunga
- Jun 10, 2026
- Fransiskus Kopong Doken
- Budaya, Religi
Umat Katolik Stasi Santo Yosep Adobala, Paroki St. Werenfried Lambunga, menyelenggarakan acara perpisahan penuh kesan dengan Pastor Paroki Lambunga RD. Agustinus Wilhelmus Atawolo pada Selasa, 9 Juni 2026, yang akan berpindah tugas Pastoralnya ke Paroki Baniona.
Meskipun terpaksa dilaksanakan di emperan sempit, umat tetap antusias menggelar Tarian Sole Oha sebagai bentuk apresiasi dan tanda kasih kepada pastor yang akan berakhir masa pelayanan di paroki tersebut.
Tarian Sole Oha, yang merupakan tarian adat khas masyarakat Lamaholot Flores Timur dan Lembata, dilaksanakan dengan penuh semangat oleh umat Stasi Adobala. Tarian ini mencirikan kekuatan kesatuan yang erat, ditunjukkan melalui gerak penari yang saling menyatukan eratan tangan antarpenari.
Sole Oha berfungsi sebagai sarana upacara adat, hiburan, pergaulan, dan pendidikan, dengan gerakan yang diiringi lirik dan pantun adat dalam bahasa Lamaholot yang sarat nasihat.
Acara perpisahan ini juga diwarnai dengan tarian kreasi anak-anak Sekar Sekami, menunjukkan partisipasi aktif generasi muda dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan penghormatan kepada Pastor Paroki Lambunga, RD. Agustinus Wilhelmus Atawolo.

Pastor Paroki Lambunga, RD. Agustinus Wilhelmus Atawolo Pose Bersama Sekami- Sekar Stasi Adobala Pada Moment Perpisahan, Selasa (09/06/2026) di Kapela Stasi Santo Yosep Adobala.
Kehadiran anak-anak Sekar Sekami bersama umat Stasi Adobala memperkuat makna bahwa pelestarian budaya Sole Oha terus diwariskan kepada generasi muda.
Secara filosofis, Sole Oha tidak hanya mencerminkan persatuan, tetapi juga penghormatan kepada leluhur, alam, dan Tuhan Sang Pencipta. Syair yang disampaikan melalui tarian ini merupakan ungkapan yang berhubungan dengan rasa religiositas dan rasa persaudaraan.
Stasi Santo Yosep Adobala merupakan salah satu wilayah administrasi lokal di Paroki Lambunga, Keuskupan Larantuka, yang secara administratif berada di Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Acara ini juga disiarkan langsung melalui Akun FB Umat Stasi yang hadir, memungkinkan umat yang tidak hadir dapat mengikuti penuh momen perpisahan ini.
Dalam kesempatan tersebut, Pastor Paroki Lambunga menyampaikan rasa terima kasih dan harunya kepada umat Stasi Adobala.
"Saya sangat terharu dan berterima kasih kepada umat Stasi Adobala. Meskipun hanya di ruangan sempit, kalian tetap menggelar Tarian Sole Oha dengan penuh semangat. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang dan apresiasi kalian terhadap saya sebagai pastor. Tarian Sole Oha yang kalian bawakan bukan sekadar perayaan, tetapi ungkapan hati yang mendalam tentang persaudaraan dan kebersamaan yang kita telah membangun selama masa pelayanan saya di Paroki Lambunga. Solidaritas umat Stasi Adobala sangat luar biasa, dan ini akan menjadi memori yang tak terlupakan dalam perjalanan imamat saya" ungkap Bapak Pastor.
Melestarikan budaya Lamaholot seperti Sole Oha adalah bentuk penghormatan kepada leluhur dan identitas kita sebagai masyarakat Flores Timur.
Pastor Paroki juga mendukung penuh upaya umat dalam menjaga warisan budaya ini, terutama kepada generasi muda seperti anak-anak Sekar Sekami yang telah tampil dalam acara perpisahan ini. Budaya dan iman berjalan bersama dalam membangun komunitas yang utuh.
*Video Tarian Sole Oha : Kunjungi Laman FB Adobaldesa ID dan Kim Sonata