Buka Koncab GAMKI Flores Timur, Bupati Dihen: Flores Timur Butuh Pemuda yang Turun Tangan, Bukan Hanya Komentar
- May 23, 2026
- Fransiskus Kopong Doken
- Berita Daerah
Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen membuka Masa Penerimaan Anggota (Maperta) dan Konferensi Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Flores Timur di Gereja Ebenhaezer Lokea, Larantuka, Jumad, 22 Mei 2026. Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD Provinsi NTT, Ana Waha Kolin.
Dalam sambutannya, Bupati Dihen menyampaikan bahwa Flores Timur masih menghadapi sejumlah persoalan, termasuk dampak erupsi Lewotobi yang menyebabkan sebagian warga kehilangan rumah, kebun, dan rasa aman, serta melemahnya ekonomi masyarakat.
“Di tengah situasi ini, banyak generasi muda mulai bertanya: masih adakah harapan bagi masa depan Flores Timur?” ujarnya.
Bupati Dihen menilai Maperta dan Konferensi Cabang ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum penentuan arah, apakah GAMKI hanya akan sibuk mengurus struktur organisasi atau menjadi gerakan pemuda Kristen yang benar‑benar hadir untuk rakyat.
Ia menegaskan bahwa Flores Timur saat ini membutuhkan lebih banyak anak muda yang turun tangan, bukan hanya berkomentar. “Lebih banyak pemuda yang membangun harapan, bukan menambah keputusasaan.
Lebih banyak generasi muda yang bekerja dan melayani, bukan sekadar hadir saat seremoni,” tegasnya.Bupati Dihen menghendaki agar GAMKI Flores Timur bergerak dari organisasi seremonial menjadi gerakan sosial pemuda Kristen—hadir di tengah persoalan rakyat, melayani dengan kasih, dan berpihak kepada masyarakat kecil.
“Kalau rakyat susah, GAMKI harus hadir paling depan,” katanya.Ia juga meminta GAMKI menjadi jembatan, bukan tembok—membangun dialog, persahabatan, perdamaian, dan kolaborasi lintas agama. “Kita hidup di zaman di mana orang mudah terpecah.
Media sosial sering membuat orang mudah marah, mudah membenci, dan mudah curiga satu sama lain. Karena itu GAMKI harus menjadi jembatan dialog, jembatan persahabatan, jembatan perdamaian, dan jembatan kolaborasi orang muda lintas agama dan lintas iman,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Dihen menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghapus tanggung jawab bersama untuk menjaga Flores Timur tetap damai, aman, dan manusiawi.
"Ketika rakyat menderita karena bencana, kita tidak bertanya agamanya apa. Kita hadir karena kemanusiaan,” tambahnya.
Ia menutup dengan optimisme, Flores Timur adalah daerah kaya harapan, ber-solidaritas sosial kuat, budaya hidup, dan spiritualitas yang tinggi. Ia percaya generasi muda Flores Timur cerdas dan penuh potensi, dan menegaskan bahwa memimpin GAMKI bukan soal jabatan, melainkan panggilan pelayanan dan tanggung jawab sejarah.
“Hari ini kita tidak hanya memilih pengurus GAMKI Flores Timur. Hari ini kita sedang menentukan apakah pemuda Kristen akan menjadi penonton sejarah atau pelaku perubahan bagi Flores Timur.
Bupati Flotim, Antonius Doni Dihen, Saat Memberikan Sambutan Membuka Koncab GAMKI pada Jumad (22/05/2026). Dok: Prokompim Flores Timur.
Dari Larantuka hari ini, saya percaya akan lahir energi baru anak muda Kristen yang bekerja untuk rakyat, menjaga persaudaraan, dan membangun masa depan Flores Timur,” tutupnya.