ITB BANDUNG GELAR PELATIHAN PERTANIAN PROGRAM DESANESHA BAGI MASYARAKAT DESA ADOBALA

  • Aug 26, 2025
  • Fransiskus K. Doken
  • Berita Desa, Pertanian

Untuk mendukung ketahanan pangan di desa, Tim Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bekerjasama dengan Pemdes Adobala melalui program Desanesha menggelar kegiatan pelatihan di bidang pertanian bagi masyarakat desa Adobala. 

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kepala Desa Adobala Kecamatan Kelubagolit Kabupaten Flores Timur NTT, Selasa (26/08/2025). 

Desa Adobala, salah satu desa yang memanfaatkan platform digital Desanesha untuk mengatasi persolaan yang ada di desa, termasuk di bidang pertanian. 

Program ini menghadirkan sinergi dosen lintas keahlian dari Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Tim Dosen ITB yang hadir yaitu Anriansyah Renggaman,S.Si.,M. Sc.,Ph.D, danDr.Agr.Sc.IndrawanCahyo Adilaksono, STP., M. Agr. Sc. 

Selain itu, hadir juga dosen kemitraan dari Universitas Nusacendana Kupang (Undana) Wenseslaus Bunganaen, ST, MT. 

Sedangkan Tim Mahasiswa ITB yang hadir sebagai penggerak kegiatan yaitu Yokie Lidiantoro, Susilo Eko Saputro, dan Hazmi Abdul Jalil. 

Kegiatan Pengabdian Masyarakat program Desanesha ini bertemakan " Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Pelatihan Pertanian Regeneratif dan Pengelolaan Pasca Panen Berkelanjutan di Desa Adobala ".

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Kepala Desa Adobala Hironimus Hawan Teka. 

Pada kesempatan itu, Penjabat Kades mengucapkan terimakasih atas kehadiran Tim Dosen bersama Mahasiswa Prodi Rekayasa Pertanian Sekolah Ilmu Teknologi ITB Bandung yang menjawabi permasalahan yang dihadapi masyarakat melalui platform digital Desanesha. 

Menurut Penjabat Kades, kegiatan ini sangat penting untuk mendukung Indeks Desa termasuk indikator Ketahanan Pangan. 

Kegiatan pelatihan ini berfokus pada aspek mendukung keberlanjutan pasca panen. 

Berdasarkan permasalahan yang diajukan melalui platform digital Desanesha, pelatihan ini berfokus pada praktek pertanian Regeneratif dengan pembuatan pupuk organik cair, vermicomposting, worm trap untuk cacing lokal, dan pembuatan komposter ember pupuk. 

Selain itu, petani dan anak SDI Adobala diperkenalkan dengan konsep budidaya poli kultur thee sister yang mengkombinasikan jagung, kacang-kacangan, dan labu sebagai model tumpangsari yang saling mendukung. 

Selain fokus pada hulu pertanian, ITB bersama mitra Dosen Undana Kupang memperkenalkan dan langsung menyerahkan sejumlah peralatan inovatif, seperti drum pembakaran pirolisis, rak pengering briket bertenaga surya, alat pencetak hidrolik. 

Peralatan ini langsung diujicoba bersama masyarakat, khususnya Komunitas Energi Terbarukan (Konten) Narawayong Adobala yang bergerak di bidang energi terbarukan binaan Yayasan Pengkajian Pengembangan Sosial (YPPS) Flores Timur. 

Ketua Tim Dosen ITB Bandung, Anriansyah Renggaman merasa bangga atas partisipasi masyarakat dan anak sekolah mengikuti kegiatan pelatihan program Desanesha ini. 

"Bagi kami, penguatan ketahanan pangan bukan sekadar teori. Ini soal keberlangsungan hidup, kemandirian petani, dan masa depan anak-anak desa, " ujarnya. 

Dengan semangat gotong-royong, kita harapkan desa Adobala semakin menapaki jalan baru menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan dan memadukan kearifan lokal dengan inovasi teknologi, "ungkapnya.

Turut hadir mengikuti pelatihan, Pemdes Adobala, Komunitas Energi Terbarukan (Konten) Narawayong, Tim YPPS Flores Timur, Para Petani, Komunitas Informasi Masyarakat (Kim Sonata), Guru dan Siswa SDI Adobala, Tim Patriot Energi UGM.