Pemkab Flores Timur Sambut 30 Mahasiswa Peserta KKN PPM UGM

  • Jul 01, 2026
  • Fransiskus Kopong Doken
  • Berita Daerah, Pendidikan

LARANTUKA – Pemerintah Kabupaten Flores Timur menyambut kedatangan 30 mahasiswa peserta program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Kamis (25/6/2026).

Penyambutan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, S.Fil di Aula Setda Flores Timur.

Dalam sambutannya, Wabup menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan publik untuk memajukan bangsa, salah satunya melalui pengabdian kepada masyarakat.

“Kampus tanpa koneksi dengan masyarakat itu absurd. Jadi, konektivitas, sinergitas itu mesti kita bangun sejak awal, mulai dari saudara-saudari masih di bangku kuliah. KKN PPM menegaskan tentang relasi baik antara Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dan Pemerintah Flores Timur,” ujar Wakil Bupati.

Wabup menambahkan, tridarma perguruan tinggi memberikan landasan ilmu pengetahuan yang diterima di bangku kuliah, namun perlu diuji melalui penelitian dan pengembangan. Ilmu apapun, tuturnya, selalu bersifat aplikasi dan berorientasi sosial untuk kepentingan banyak orang. Pengabdian masyarakat dalam KKN PPM merupakan bagian dari aplikasi ilmu yang diperoleh di ruang kelas.

“KKN PPM adalah momentum bagi saudara-saudari untuk menguji secara langsung teoritik ilmu pengetahuan teknologi di daerah kami,” tambahnya.

Beliau berpesan agar para peserta KKN PPM memposisikan diri sebagai fasilitator yang berjalan bersama publik, serta mendorong agar tercapai kualitas pemberdayaan yang maksimal. Masyarakat di Kelurahan Balela dan Larantuka yang menjadi tempat pengabdian mereka, tidak boleh dilihat sebagai murid yang hanya menerima transfer ilmu dari peserta KKN.

KKN PPM, menurut Wabup, juga penting untuk mengasah soft skill bagi mahasiswa yang belum tentu dipelajari di bangku perkuliahan. Soft skill yang dimaksud seperti ilmu tentang kepemimpinan, kerja sama dalam tim, adaptasi dengan lingkungan baru, serta menjalin komunikasi dan jejaring relasi dengan masyarakat luas.

“Seringkali teori di kampus itu beda dengan kondisi di lapangan. Fakta di lapangan membantu mahasiswa-mahasiswi menjadi pribadi yang mandiri dan inovatif,” kata Wabup.

Wakil Bupati Ignasius Boli Uran, berharap program KKN PPM mampu mendorong masyarakat untuk mencapai kemandirian dan tidak bergantung kepada pemerintah. Pasalnya saat ini Pemerintah Flores Timur pun memiliki keterbatasan, salah satunya berkurangnya dana dari pusat sebesar Rp167 miliar akibat efisiensi pemerintah pusat.

Adapun program KKN PPM kali ini diikuti oleh 30 mahasiswa UGM lintas fakultas. Mereka berasal dari fakultas teknik, farmasi, hukum, teknologi pangan, pertanian, kehutanan, sekolah vokasi, peternakan, kedokteran hewan, dan ilmu budaya.