Bupati Dihen Tekankan Mobilisasi Lokasi dan Pakan untuk Peternakan Sapi-Ayam Program Big Push Flotim

  • Jun 11, 2026
  • Fransiskus Kopong Doken
  • Berita Daerah

Pemerintah Kabupaten Flores Timur mempercepat persiapan program pengembangan peternakan sapi dan ayam sebagai program prioritas dalam skema Big Push Flores Timur yang Produktif dan Inovatif. 

Kesiapan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, di Ruang Rapat Bupati, Rabu (10/6/2026). Rapat dihadiri Sekda Flotim, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, serta pimpinan OPD terkait.

Fokus di Lamatutu, Tanjung Bunga  

Fokus utama rapat membahas peternakan sapi yang direncanakan berlokasi di Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga. Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Flotim, drh. Vianey Kiti Tokan, memaparkan progres persiapan mulai dari lokasi peternakan, lahan pakan, sarana pendukung, hingga pengadaan ternak. 

Ia menyebut pekerjaan fisik dan sarana pendukung ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Penyusunan dokumen lingkungan UKL/UPL juga terus berjalan.

Kebutuhan Pakan & Air 14 Ribu Liter/Hari  

Untuk pakan, dibutuhkan sekitar 4,2 ton per hari berupa rumput dan legum, dengan kebutuhan 1 ekor sapi sekitar 15 kg. Kebutuhan air minum ternak diperkirakan 14.000 liter per hari. Sementara ini, air irigasi masih dipenuhi dengan mesin pompa sambil menunggu sistem permanen yang ditargetkan siap beberapa minggu ke depan.

Distribusi Bertahap dari TTU  

Pengadaan ternak sapi akan didistribusikan dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) secara bertahap. Menggunakan armada angkutan khusus dengan kapasitas 12 ekor per truk, sekali pengiriman 60 ekor sapi menggunakan 5 truk. Proses distribusi diperkirakan berlangsung selama enam minggu.

Bupati Dihen:  Petakan Risiko, Optimalkan Lahan Pakan  

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Anton Dihen mengapresiasi kerja tim. Menurutnya, merintis program peternakan skala besar bukan pekerjaan mudah dan butuh komitmen ekstra.

Bupati menegaskan risiko harus dipetakan rinci agar bisa diantisipasi sejak dini. Beberapa hal yang menjadi perhatian, mobilisasi ternak, kesiapan lokasi penampungan sementara, optimalisasi lahan lamtoro untuk pakan sementara, serta kesiapan rumput sebagai pakan utama.

Ia juga meminta lahan pakan yang telah ditanam intensif dimanfaatkan optimal. Infrastruktur jalan menuju lokasi diminta segera dikoordinasikan dengan instansi terkait. Survei lapangan perlu diintensifkan untuk menangani kendala teknis.

“Keberhasilan program ini butuh kerja bersama, koordinasi kuat, dan energi positif dari semua pihak agar tujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Flotim tercapai,” tegas Bupati Dihen menutup arahannya. 

*Poster: Prokompim Flores Timur